Cinta Sesaat

Kabut menggarut kisi jendela
Jalan-jalan terangnya tak lagi sama,
Cahaya sabit mencubit langit
Malam diam-diam menggigit.

Suara-suara mengabur,
Peluh mengucur,
Kau menari-nari, di paling tubuhku
Kenikmatan melebur.

Dinding-dinding menabuh senyap
Ujung dadamh kian kesat
Napas-napas tak lagi memburu
Aku melompat di tembak waktu.

Saatnya aku berkemas
Dan pulang, Sayang.

Postingan populer dari blog ini

Di Tengah Keramaian

Brownies Lumer