Yang Lupa Akan Takdirnya
Aku telanjang berkalang angin
Membalut kepedihan dengan dingin.
Sebuah memori yang ingin dihilangkan
Tergesa-gesa menjemput kematian.
Perihal cinta dan sisa sisa luka
Yang belakangan ini saling menyapa.
Dan dekap tubuh tubuh hangat
Yang tidak akan pernah lupa
Aman takdirnya.